ANALISIS LAJU PERPINDAHAN PANAS PADA MESIN PENGERING BIJI KOPI

Penulis

  • Muhammad Rakha Al Hakim Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Fenoria Putri Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Muhammad Irfan Dzaky Politeknik Negeri Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.33019/m98kks70

Kata Kunci:

pengeringan kopi, biji kopi robusta, debit udara, suhu pengering, perpindahan panas.

Abstrak

Kota Pagar Alam, sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Sumatera Selatan, masih banyak menggunakan metode pengeringan tradisional yang bergantung pada sinar matahari dengan kekurangan sangat ketergantungan terhadap cuaca.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan memvariasikan debit udara sebesar 300, 400, dan 500 liter per menit serta temperatur udara pengering 60°C, 70°C, dan 80°C. Parameter yang diamati meliputi penurunan massa biji kopi, penyusutan kadar air, dan laju perpindahan panas. Alat bantu yang digunakan antara lain thermocouple, hot wire anemometer, RH meter, dan timbangan digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi debit dan temperatur udara, semakin besar laju perpindahan panas dan semakin cepat penurunan kadar air biji kopi. Pada debit udara 500 LPM dengan suhu 80°C diperoleh laju perpindahan panas tertinggi sebesar 2.785 W, dengan penurunan massa terbesar sebesar 534 gram dari massa awal 2100 gram, kadar air akhir mencapai 38,93%.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] A. Frangga, S. Jahroh, and Y. H. Asnawi, “Robusta Coffee Marketing Channel Analysis Picking Rainbows and Picking Reds in Pagar Alam City,” Int. J. Res. Rev., vol. 10, no. 12, pp. 815–823, 2024, doi: 10.52403/ijrr.20231281.

[2] M. Rohman, B. C. Tjiptady, P. Choirina, F. K. Asshidiqi, M. N. i. Humam, and M. R. Chanda, “Pemberdayaan Kelompok Tani Kopi Melalui Penerapan Mesin Sortir Otomatis Untuk Meningkatkan Produksi Pasca Panen,” J. Abdi Masy. Saburai, vol. 4, no. 02, pp. 82–90, 2023, doi: 10.24967/jams.v4i02.2474.

[3] Badan Standarisasi Nasional (BSN), SNI 01-2907-1999: Kopi Biji, Jakarta: BSN, 1999.

[4] M. I. Dzaky, E. A. Kosasih, M. B. Fauzi, A. T. Prabowo, and A. Zikri, “Activation Energy Analysis of Coffee Beans Drying Using Double Condenser Refrigeration System,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 2377, no. 1, 2022, doi: 10.1088/1742-6596/2377/1/012058.

[5] M. I. Dzaky, E. A. Kosasih, I. I. Hakim, and A. Zikri, “Investigation of Thin-Layer Drying of Coffee Beans Using a Double-Condenser Compression Refrigeration System: Effects of Air Mass Flux, Specific Humidity and Drying Temperature,” J. Adv. Res. Fluid Mech. Therm. Sci., vol. 106, no. 1, pp. 90–103, 2023, doi: 10.37934/arfmts.106.1.90103.

[6] D. Kumaisyaroh and S. Bahri, “ANALISIS RANTAI MARKOV UNTUK PREDIKSI HASIL PRODUKSI TANAMAN KOPI DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Markov chain Analysis for Prediction of Coffee Crop Production in South Sumatera Province,” J. Mat. Statiska dan Ter., vol. 02, no. 02, pp. 125–134, 2023.

[7] V. Holman, Heat Transfer, vol. 15, no. 3. 1999. doi: 10.1080/01973762.1999.9658510.

[8] T. Rokhman, “Menghitung Koefisien Perpindahan Panas Konveksi.” [Online]. Available: https://taufiqurrokhman.wordpress.com/tag/prandtl/

[9] Setijahartini, S. 1985. Pengeringan Agro Industri. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

[10] Firdaus, Aneka. 2016. Perancangan dan Analisa Alat Pengering Ikan dengan Memanfaatkan Energi Briket Batubara. Palembang: Universitas Sriwijaya.

[11] S. S. T. Gultom, H. Ambarita, M. S. Gultom, dan F. H. Napitupulu,“Rancang Bangun dan Pengujian Pengering Biji Kopi Tenaga Listrik dengan Pemanfaatan Energi Surya,”

Jurnal Dinamis, vol. 7, no. 4, pp. 11–20, Des. 2019.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30

Cara Mengutip

ANALISIS LAJU PERPINDAHAN PANAS PADA MESIN PENGERING BIJI KOPI. (2025). Machine : Jurnal Teknik Mesin, 11(2), 143-151. https://doi.org/10.33019/m98kks70

Share

Artikel Serupa

1-10 dari 48

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.