ANALISA KERUSAKAN PADA LORI PENGANGKUT TBS DI PT. KARYA TANAH SUBUR
DOI:
https://doi.org/10.33019/jm.v8i2.3350Kata Kunci:
Lori, PT. Karya Tanah Subur, Analisa Kerusakan, penyebap kerusakan, perawatanAbstrak
Pabrik pengolahan minyak kelapa sawit merupakan sebuah industri yang mengolahan sawit mentah atau tanda buah segar menjadi minyak sawit setegah jadi (crude palm oil). Yang mana pada pabrik pengolahan Tanda Buah Segar (TBS) mengunakan berbagai alat untuk memper lancar proses pengolahan, salah satu alat yang digunakan pada pengolahan buah sawit adalah lori yang berfungsi untuk mengangkut Tanda Buah Sawit dan jugak sebagai tempat untuk menampung buah sawit saat buah sawit direbus dalam sterilizer. Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian tentang kerusakan pada lori pengangkut Tanda Buah Segar di PT.Karya Tanah Subur. Setalah dilakukan pengamatan pada lori pengangkut Tanda Buah Segar di PT.Karya Tanah Subur terdapat beberapa kerusakan yaitu kerusakan pada Bhusing lori yang mengalami keausan, kerusakan pada poros roda lori yang mengalami keausan, kerusakan pada pada pelat body lori yang terlepas di bagian pengelasan dan bagian gagang tempat penarik lori yang putus. Penyebap dari kerusakan tersebut disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti faktor manusia (kesalahan operator dalam mengoperasi), faktor lingkungan (lingkungan area kerja seperti arus laut), faktor material (material tidak sesuai dengan kinerja lori) dan faktor mesin (lori tidak beroperasi atau cacat dalam produksi). Dalam perbaikan lori dapat dilakukan permeriksaan data per hari (daily inspection), pemeriksaan bulanan (monthly inspection) dan pemeriksaan tahunan (years inspection).
Unduhan
Referensi
[2] N. D. Rahayu, B. Sasmito, and N. Bashit, “Analisis pengaruh fenomena indian ocean dipole (Iod) terhadap curah hujan di pulau Jawa,” J. Geod. Undip, vol. 7, no. 1, pp. 57–67, 2018.
[3] J. Supraniningsih, “Pengembangan Kelapa Sawit Sebagai Biofuel Dan Produksi Minyak Sawit Serta Hambatannya,” Univ. Dharma Persada, pp. 1–16, 2012, [Online]. Available: https://media.neliti.com/media/publications/218718-pengembangan-kelapa-sawit-sebagai-biofue.pdf
[4] Ian Hardianto S., Safei Safei, and Taufikurrahman Taufikurrahman, “Analisa Sifat Mekanik Bahan Paduan Tembaga-Seng Sebagai Alternatif Pengganti Bantalan Gelinding pada Lori Pengangkut Buah Sawit,” J. Tek. Mesin, vol. 7, no. 2, pp. 77–84, 2005, [Online]. Available: http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mes/article/view/16423
[5] A. Alatas, “Trend Produksi dan Ekspor Minyak Sawit (CPO) Indonesia,” Agrar. J. Agribus. Rural Dev. Res., vol. 1, no. 2, pp. 114–124, 2015, doi: 10.18196/agr.1215.
[6] S. Kelapa, S. Di, and P. T. Beurata, “ANALISA KERUSAKAN PADA REBUSAN,” vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2022.
[7] I. Performa et al., “Preventive Maintenance pada Pabrik Kelapa Sawit,” J. Citra Widya Edukasi, vol. X, no. 3, pp. 183–188, 2018.
[8] A. W. Krisdiarto, L. Sutiarso, and K. H. Widodo, “Optimasi Kualitas Tandan Buah Segar Kelapa Sawit dalam Proses Panen-Angkut Menggunakan Model Dinamis Optimization of Oil Palm Fresh Fruit Bunch Quality in Harvesting-Transportation Process Using A Dynamic Model,” J. Neliti, vol. 37, no. 1, pp. 101–107, 2017.
[9] R. Zakaria, M. Zunaidi, M. Kom, B. Andika, S. Kom, and M. Kom, “Sistem Pakar Medeteksi Kerusakan Pada Mesin Muntik Atau Lori Bergerbong Pada Pengangkutan Kelapa Sawit Menggunakan Metode Certainty Factor,” pp. 1–12, 2020.
[10] A. F. A. Silaen, “Pengujian Kekerasan Plat Bodi Lori Batubara Dengan Suhu 400 0 C di,” vol. 13, no. 1, pp. 18–22, 2019.
[11] M. Hasry and Y. Kaelani, “Studi Eksperimental Keausan Permukaan Material Akibat Adanya Multi - Directional Contact Friction,” J. Tek. POMITS, vol. 3, no. 1, pp. 108–113, 2014.
[12] F. Ekonomika, D. A. N. Bisnis, and U. Diponegoro, “Analisis faktor-faktor penyebab kerusakan produk pada proses cetak produk,” 2015.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan proprietary yang tidak dilindungi oleh hak paten atau aplikasi paten. Tanggung jawab untuk konten teknis dan untuk perlindungan dari bahan proprietary merupakan tanggung jawab penulis dan organisasi mereka dan bukan tanggung jawab dari machine atau staff redaksinya. Penulis utama (pertama/yang sesuai) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa artikel telah dilihat dan disetujui oleh semua penulis lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk mendapatkan semua izin pelepasan hak cipta yang diperlukan untuk penggunaan setiap materi berhak cipta dalam naskah sebelum pengajuan.




