PERBANDINGAN KINERJA TEORITIS AIR BLAST FREEZER MENGGUNAKAN REFRIGERAN HIDROFLUOROKARBON DAN HIDROKARBON
DOI:
https://doi.org/10.33019/jm.v7i2.1833Kata Kunci:
air blast freezer, kinerja, refrigerasi, hidrofluorokarbon, hidrokarbonAbstrak
Air blast freezer telah digunakan sebagai cara pembekuan cepat di unit pengolahan ikan sebelum dibekukan untuk waktu yang lama di dalam cold storage. Untuk itu penggunaan refrigeran hidrokarbon yang lebih ramah lingkungan telah menjadi tuntutan dan isu sentral pada masa yang akan datang. Makalah ini menyajikan studi kinerja teoritis penggunaan R290 dan R600a sebagai pengganti R404A dan R507A. Kinerja teoritis sistem didasarkan pada variasi temperatur evaporasi menggunakan perangkat lunak CoolPack dengan temperatur kondensasi dipertahankan konstan. Besaran-besaran penting yang dianalisis adalah laju aliran massa, rasio tekanan, temperatur keluar kompresor, pelepasan kalor, konsumsi daya, koefisien kinerja, efisiensi refrigerasi, dan konsumsi energi. Hasilnya menunjukkan bahwa pada temperatur evaporator minimum, kinerja sistem yang menggunakan R290 dan R600a rata-rata lebih tinggi ±14% dibandingkan dengan R404A dan R507A. R290 memiliki karakteristik yang lebih dekat pada R404A dan R507A sehingga lebih sesuai menggantikan kedua refrigeran tersebut dibandingkan dengan R600a. Namun, ini adalah analisis teoritis sistem yang dapat mengarah pada kinerja yang lebih tinggi daripada kondisi normal.
Unduhan
Referensi
[2] El-Sayed A. R., El-Morsi M., and Mahmoud N A., A Review of the Potential Replacements of HCFC/HFCs Using Environmental Friendly Refrigerants, International Journal of Air-Conditioning and Refrigeration, Vol. 26, No. 3, 2018, pp. 1-24.
[3] Bhatkar V. W., Kriplani V. M., and Awari, G. K., Alternative Refrigerants in Vapour Compression Refrigeration Cycle for Sustainable Environment: A Review of Recent Research, International Journal of Environmental Science and Technology, Vol. 10, 2013, pp. 871–880.
[4] Dwinanto M. M., Koehuan V. A., and Monteiro J. M., Analysis of Dual Evaporator Refrigeration System via Exergetic Performance Coefficient Criterion, Prosiding SEMNASTEK, 2015, hal. 1-17.
[5] Dwinanto M. M., Suhanan, and Prajitno, Exergy Analysis of a Dual-Evaporator Refrigeration Systems, AIP Conference Proceedings, 1788, 2017, pp. 030011:1–8.
[6] Shiliday, J. A., Tassou, S. A., and Shiliday, N., 2009, Comparative Energy and Exergy Analysis of R744, R404A and R290 Refrigeration Cycles, International Journal of Low-Carbon Technologies, 2009, 00: 1–8.
[7] Bukola O. B., and Zhongjie H., Comparative Analysis of the Performance of Hydrocarbon Refrigerants with R22 in A Sub-Cooling Heat Exchanger Refrigeration System, Journal of Power and Energy, Vol. 226, No. 7, 2012, pp. 882–891.
[8] Rasti M., Aghamiri S. F., and Hatamipour M. S., Energy efficiency enhancement of a domestic refrigerator using R436A and R600a as alternative refrigerants to R134a, International Journal of Thermal Sciences, Vol. 74, 2013, pp. 86–94.
[9] Venkataiah S., and Rao G. V., Analysis of Alternative Refrigerants to R22 for Air-Conditioning Applications at Various Evaporating Temperatures, International Journal of Engineering Research and Applications, Vol. 4, No. 3, 2014, pp. 39–46.
[10] Prayudi, Nurhasanah R., and Diantari R. A., 2017, “The Effect the Effectiveness of the Liquid Suction Heat Exchanger to Performance of Cold Storage with Refrigerant R22, R404A and R290/R600a”, AIP Conference Proceedings, 1788, 2017, pp. 030067:1–8.
[11] Jakobsen A, Rasmussen B. D., Skovrup M. J., and Andersen, S. E., CoolPack–A Collection of Simulation Tools for Refrigeration, Department of Energy Engineering, Technical University of Denmark (DTU), Denmark, 2001.
[12] Sencan A., Selbas R., Kizilkan O., and Kalogiru S. A., Thermodynamic analysis of subcooling and superheating effects of alternative refrigerants for vapour compression refrigeration cycles”, International Journal of Energy Research, Vol. 30, 2006, pp. 323–347.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan proprietary yang tidak dilindungi oleh hak paten atau aplikasi paten. Tanggung jawab untuk konten teknis dan untuk perlindungan dari bahan proprietary merupakan tanggung jawab penulis dan organisasi mereka dan bukan tanggung jawab dari machine atau staff redaksinya. Penulis utama (pertama/yang sesuai) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa artikel telah dilihat dan disetujui oleh semua penulis lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk mendapatkan semua izin pelepasan hak cipta yang diperlukan untuk penggunaan setiap materi berhak cipta dalam naskah sebelum pengajuan.




