KANDUNGAN MIKROPASTIK DALAM DAGING DAN PENCERNAAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PANTAI PENYAK, BANGKA TENGAH

Penulis

  • Agusti Putri Wahyuni Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bangka Belitung Author
  • Niken Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bangka Belitung Author
  • Rapinda Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bangka Belitung Author
  • Umroh Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bangka Belitung Author

DOI:

https://doi.org/10.33019/jtms.v9i2.8058

Kata Kunci:

Bangka Tengah, Kerang Darah, Mikroplastik

Abstrak

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah daerah yang memiliki sumber daya hayati laut yang dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan lesejahteraan ekonomi, salah satunya di Pantai Penyak. Pantai Penyak memiliki sumberdaya laut yang menjadi sumber penghasilan masyarakat yaitu kerang darah (Anadara granosa). Kelimpahan kerang di Pantai Penyak perlu diwaspadai karena kemungkinan adanya kandungan polutan, termasuk mikroplastik. Kandungan mikroplastik dalam kerang dapat mengganggu metabolisme kerang serta membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada kerang darah. Penelitian ini dilaksanakaan pada bulan juli-oktober 2024 di Pantai Penyak, Bangka tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling dan analisis mikroplastik menggunakan FTIR untuk memperoleh sampel yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat jenis mikroplastik, yaitu fragmen, film, foam, dan fiber. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada jenis fiber dengan rata-rata 25,5 partikel/individu, diikuti foam 14 partikel/individu, film 7 partikel/individu, dan fragmen 4 partikel/individu. Jenis polimer yang teridentifikasi pada mikroplastik dalam kerang meliputi Polystyrene (PS), Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Low-density Polyethylene (LDPE), dan Nylon. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kelimpahan total mikroplastik pada daging kerang lebih tinggi dibandingkan pada saluran pencernaan. Keberadaan sampah plastik di Perairan Pantai Penyak diduga berasal dari limbah rumah tangga serta sampah plastik yang ditinggalkan pengunjung.        

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Dewi, I. S., Budiarsa, A. A., & Ritonga, I. R. (2015). Distribusi mikroplastik pada sedimen di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Depik, 4(3).

Ding, J.F., J.X. Li., C.J. Sun., C.F. He., F.H. Jiang., F.L. Gao., & L. Zheng. (2018). Separation and Identification of Microplastics in Digestivesystem of Bivalves. Chinese Journal of Analytical Chemistry, 46:690-697.

Falahudin, D., Cordova, M.R., Sun, X., Yogaswara, D., Wulandari, I., Hindarti., & Arifin, Z. (2020). The First Occurrence, Spatial Distribution and Characteristics of Microplastic Particles in Sedimencts from Banten Bay, Indonesia. Science of the Total Environment, https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2019.135304

Jung, M. R., Horgen, F. D., Orski, S. V., C, V. R., Beers, K. L., Balazs, G. H., Jones, T. T., Work, T. M., Brignac, K. C., Royer, S.-J., Hyrenbach, K. D., Jensen, B. A., & Lynch, J. M. (2018). Validation of ATR FT-IR to Identify Polymers of Plastic Marine Debris, Including Those Ingested by Marine Organisms. Marine Pollution Bulletin, 1 2 7 , 7 0 4– 7 1 6 . https://doi.org/10.1016/j.marpolbu l.2017.12.061

Kharisma HH, Jusup S, Ibnu P. 2021. Identifikasi Mikroplastik di Muara Sungai Kendal, Kabupaten Kendal. Journal of Marine Research Vol 10, No.1 Februari 2021, pp. 1-6 DOI : 10.14710/jmr.v10i1.26832 EISSN: 2407-7690.

Liu Y, Li R, Yu J, Ni F, Sheng Y, Scircl, A, Cizdziel JV, Zhou Y. 2021. Separation and identification of microplastics in marine organisms by TGA FTIR-GC/MS: A case study of mussels from coastal China. Environmental Pollution Vol. 272.

Pratiwi, A. I., Umroh., & Hudatwi.M. (2024) “Analisis Kelimpahan Mikroplastik Pada Ikan Yang Didaratkan Di Pantai Rebo Kabupaten Bangka,” J. Perikan. Unram,13 (3): 621–633, doi: 10.29303/jp.v13i3.601.

Pratiwi, F.D., Notonegoro, H., Zulkia, D.R., Arsyas, A. (2023). Potensi Kontaminasi Mikroplastik pada Kerang Konsumsi di Pulau Bangka. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(1):86-93. 10.14710/jil.21.1.86-93.

Science, J. B. (2018). Jurnal Biology Science & Education 2018 Asyik nur allifah. 7(1), 81–96.

Septian, F. M., Purba, N. P., Agung, M. U. K., Yuliadi, L. P., Akuan, L. F., &Mulyani, P. G. 2018. Microplastic spatial distribution in sediment at Pangandaran Beach, West Java. Jurnal Geomaritim Indonesia, 1(1), 1-8

Subramani M, Sepperumal U. 2016. FTIR Analysis of Bacterial Mediated Chemical Changes in Polystyrene Foam. Annals of Biological Research, 7 (5), 55-61.

Tantanasarit, C., Babel, S., Englande, A.J., & Meksumpun, S. (2013). Influence of Size and Density on Filtration Rate Modeling and Nutrient Uptake by Green Mussel (Perna Viridis). Marine Pollution Bulletin, 68(1-2):38-45.

Umroh, U., Wahidin, L., Pamungkas, A., & Pryambada, A. (2024). Mengungkap Kondisi Kerang Darah (Anadara Granosa) Dan Kerang Kepah (Meretrix Meretrix) Di Pantai Batu Belubang, Pulau Bangka. Jurnal Perikanan: Universitas Mataram, 14(3), 1161-1169.

Umroh, U., Priyambada, A., Susilowati, R., Cindelaras, S., Trisnoharjono, D. B., Nuridha, A., & Raharjo, S. (2025). Evaluation of Heavy Metal Contamination and Nutritional Value of Mollusks in Ex-Tin Mining Areas on Bangka Island, Indonesia. Polish Journal of Environmental Studies. XX, No. X (XXXX), 1-13. DOI: 10.15244/pjoes/210692.

Umroh, U., Priyambada, A., & Susilowati, R. (2026). Composition of Amino Acids in Meretrix meretrix from the Intertidal Area of Nangka Island, Central Bangka: Potential for Natural Flavor Enhancer Development. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 19(1), 1-8.

Yona, D., Mahendra, A. B., Fuad. Z., A, M., Sartimbul, A., & Sari, J. H. S. (2022). Kelimpahan mikroplastik pada insang dan saluran pencernaan ikan lontok Ophiocara porocephala Valenciennes, 1837 (Chordata: Actinopterygii) di Ekosistem Mangrove Di Bibir, Situbondo. Jurnal Kelautan Tropis, 25(1), 39-47.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-07

Cara Mengutip

KANDUNGAN MIKROPASTIK DALAM DAGING DAN PENCERNAAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PANTAI PENYAK, BANGKA TENGAH. (2026). Journal of Tropical Marine Science, 9(2), 11-18. https://doi.org/10.33019/jtms.v9i2.8058