Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama Nelayan Dalam Usaha Penangkapan Rajungan Di Kuala Teladas, Tulang Bawang

Penulis

  • Winarto Santosa Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Pascasarjana, Universitas Lampung Author
  • Qadar Hasani Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung Author
  • Supono Supono Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana, Universitas Lampung Author
  • Abdullah Aman Damai Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Pascasarjana, Universitas Lampung Author
  • Novita Tresiana Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung Author
  • Indra Gumay Febryano Graduate Program of Environmental Science, Universitas Lampung, Bandar Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v18i2.5619

Kata Kunci:

Kelembagaanl, KUB, Rajungan, Berkelanjutan

Abstrak

Karakteristik usaha penangkapan rajungan yang bersifat common-pool resources (CPRs), memerlukan pengaturan untuk menjamin keberlanjutannya, namun implementasi peraturan sering terkendala oleh lemahnya pengawasan dan kesadaran masyarakat. Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai kelembagaan lokal nelayan berperan penting dalam menciptakan wadah kolektif untuk diskusi, pembelajaran, dan akses sumber daya, serta dalam meningkatkan kesadaran nelayan terhadap praktik penangkapan rajungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelembagaan KUB dalam mendukung usaha penangkapan rajungan yang berkelanjutan di Kuala Teladas, Tulang Bawang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, pengamatan terlibat dan studi dokumentasi. Data dianalisis mengenai kelembagaan dan organisasi KUB dengan mengunakan konsep Norman Uphoff (1986; 1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUB berperan penting sebagai wadah kolektif bagi nelayan untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan mengakses sumber daya. Struktur organisasi KUB yang sederhana dengan hak, kewajiban, dan sanksi yang jelas dalam AD/ART mendorong partisipasi aktif anggota. Implementasi kebijakan pengelolaan rajungan telah membawa perubahan positif pada perilaku nelayan, terutama dalam penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Namun, tantangan utama meliputi tekanan ekonomi saat musim paceklik, kurangnya alternatif mata pencaharian, dan lemahnya pengawasan. Peningkatan kapasitas kelembagaan KUB melalui kolaborasi dengan LSM, penyuluh perikanan, dan pemerintah daerah dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam manajemen organisasi, kepemimpinan, dan diversifikasi usaha. Bantuan hibah dan pelatihan usaha alternatif telah memperkuat posisi ekonomi nelayan. Peningkatan kapasitas kelembagaan ini menjadi kunci untuk mendukung keberlanjutan sosial-ekonomi nelayan dan usaha penangkapan rajungan yang berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-01-21

Cara Mengutip

Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama Nelayan Dalam Usaha Penangkapan Rajungan Di Kuala Teladas, Tulang Bawang. (2026). Journal of Tropical Marine Science, 8(2), 79-89. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v18i2.5619

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>