Penerapan Konsep Blue Economy Pada Budidaya Udang Vaname Melalui Pemetaan Stakeholder Di Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang

Penulis

  • Risa Ristiawati Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Pascasarjana, Universitas Lampung
  • Abdullah Aman Damai Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Erna Rochana Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung
  • Indra Gumay Febryano
  • Maya Riantini Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Novita Tresiana Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.5002

Kata Kunci:

kawasan tambak, stakeholder, blue economy, budidaya udang

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk memetakan stakeholder yang terlibat dalam upaya penerapan konsep blue economy pada budidaya udang vaname di Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memetakan stakeholder yang terlibat berdasarkan kepentingan dan pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 stakeholder yang berperan terdiri dari pemerintah swasta, masyarakat dan akademisi. Stakeholder yang berperan sebagai players adalah Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang, yang memiliki kepentingan dan pengaruh yang sangat kuat. Stakeholder yang berperan sebagai context setter yaitu Kementerian Kelautan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komisi IV DPR RI, Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung,  Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Lembaga Sertifkasi INDOGAP, Supplier Benur, Buyer Udang, Perusahaan Pakan dan Obat-obatan, P3UWL, KPBD, Yagasu, PPNI, LPMUKP, Perguruan Tinggi memiliki pengaruh yang besar tetapi kepentingan yang rendah. Peran stakeholder dengan kategori subject dalah pembudidaya udang yang memiliki kepentingan yang tinggi, tetapi tidak memiliki pengaruh yang kuat. Stakeholder crowd terdiri dari Pemerintah Kecamatan Rawajitu Timur. Kerjasama lintas sektoral harus dilakukan, agar harapan dari pemerintah terhadap penerapan konsep blue economy atau budidaya udang berkelanjutan dapat diterapkan dalam menjaga lingkungan dengan tetap meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pelatihan cara-cara pengolahan limbah sisa hasil budidaya yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sehingga kegiatan budidaya udang vaname dapat zero waste.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2024-09-09

Cara Mengutip

Penerapan Konsep Blue Economy Pada Budidaya Udang Vaname Melalui Pemetaan Stakeholder Di Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang. (2024). Journal of Tropical Marine Science, 7(2), 105-112. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.5002

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>