Analisis Kebiasaan Makan Siput Gonggong (Laevistrombus Turturella) di Bangka Selatan

Penulis

  • Yunita Yunita Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Sudirman Adibrata Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Okto Supratman Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v4i1.1982

Kata Kunci:

Eating habits, Dog Conch, Tanjung Ru and Kubu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan, indeks kepenuhan lambung serta pengaruh faktor fisika-kimia perairan terhadap kehidupan siput gonggong di Bangka Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Juni 2020. Pengambilan sampel siput gonggong dilakukan di perairan Tanjung Ru dan Kubu, pengambilannya dilakukan dengan metode purposive sampling.Hasil penelitian diperoleh 3 jenis makanan yang di temukan di dalam lambung siput gonggong yakni Detritus, Fitoplankton dan Zooplankton. Hasil analisis Food Prepoderance Indeks (li)siput gonggong pada lokasi I (Tanjung Ru) yang menjadi makanan utama siput gonggong yaitu Detritus (81,77%), makanan pelengkap yaitu Fitoplankton (18,15%), dan makanan tambahan yaitu Zooplankton (0,08%). Pada lokasi II (Kubu) yang menjadi makanan utama siput gonggong yaitu Detritus (89,05%) dan makanan pelengkap yaitu Fitoplankton (10,95%). Indeks kepenuhan lambung siput gonggong di kedua lokasi berbeda yakni di Tanjung Ru (20%) dan di Kubu (17,56%). Berdasarkan analisis parameter fisika-kimia perairan, Tanjung Ru adalah lokasi yang baik untuk dijadikan tempat budidaya siput gonggong, dikarenakan lokasi ini masih alami, terdapat tumbuhan lamun yang bisa dijadikan habitat siput gonggong.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2021-05-04

Cara Mengutip

Analisis Kebiasaan Makan Siput Gonggong (Laevistrombus Turturella) di Bangka Selatan. (2021). Journal of Tropical Marine Science, 4(1), 9-17. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v4i1.1982

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>