Evaluasi Kinerja Lingkungan dan Potensi Valorisasi Hasil Samping Agroindustri Sirup Kalamansi di Provinsi Bengkulu
Evaluasi Kinerja Lingkungan dan Potensi Valorisasi Hasil Samping Agroindustri Sirup Kalamansi di Provinsi Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.33019/g5hgyf64Kata Kunci:
Bengkulu, hasil samping, kinerja lingkungan, life cycle assessment, sirup kalamansi, valorisasiAbstrak
Jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa) merupakan komoditas pertanian yang dikembangkan dan diolah menjadi produk bernilai tambah di Provinsi Bengkulu, salah satunya sirup kalamansi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja lingkungan agroindustri sirup kalamansi serta mengidentifikasi potensi valorisasi hasil samping
berdasarkan data sekunder dari publikasi ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan mensintesis informasi mengenai proses produksi, hasil Life Cycle Assessment (LCA), karakteristik hasil samping, dan teknologi pemanfaatannya. Evaluasi kinerja lingkungan mengacu pada hasil LCA sekunder dengan batas sistem cradle-to-grave, unit fungsional 500 mL sirup kalamansi per botol, dan metode CML-IA Baseline. Hasil menunjukkan bahwa tahap produksi merupakan hotspot utama, terutama akibat penggunaan gula. Nilai dampak yang dilaporkan meliputi Global Warming Potential sebesar 4,98483 × 10⁻¹⁴ kg CO₂-eq/FU, Acidification Potential sebesar 3,04384 × 10⁻¹⁴ kg SO₂-eq/FU, Eutrophication Potential sebesar 5,43431 × 10⁻¹⁴ kg PO₄-eq/FU, dan Ozone Layer Depletion Potential sebesar 1,40336 × 10⁻¹⁵ kg CFC-11-eq/FU. Hasil samping terdiri atas kulit, pulp, biji, dan cairan hasil pengendapan. Kulit memiliki dasar empiris paling kuat untuk divalorisasi melalui ekstraksi pektin, sedangkan kombinasi kulit dan pulp menunjukkan potensi kuat untuk produksi concrete (ekstrak aromatik hasil ekstraksi pelarut). Cairan hasil pengendapan juga menunjukkan potensi untuk dimanfaatkan dalam produksi minyak atsiri. Temuan menunjukkan bahwa valorisasi hasil samping berpotensi mendukung efisiensi sumber daya dan keberlanjutan agroindustri, meskipun LCA komparatif dan analisis kelayakan ekonomi setiap skenario masih diperlukan.
Unduhan
Referensi
Adiansyah, J. S., Ningrum, N. P., Pratiwi, D., & Hadiyanto, H. (2019). Kajian daur hidup (Life Cycle Assessment) dalam produksi pupuk urea: Studi kasus PT Pupuk Kujang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(3), 522–527. https://doi.org/10.14710/jil.17.3.522-527
Amiliah, A., Nurhamidah, N., & Handayani, D. (2021). Aktivitas antibakteri kulit buah jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. ALOTROP, 5(1). https://doi.org/10.33369/atp.v5i1.16493
Dewi, K. H., Mujiharjo, S., & Utama, A. P. (2016). Potensi pengolahan hasil samping sirup kalamansi menuju “zero waste”. Jurnal Agroindustri, 6(1), 1–9.
Fahlin, D. K., Ismayana, A., & Romli, M. (2025). Analisis penilaian daur hidup (Life Cycle Assessment) produk sirup kalamansi (Citrus microcarpa) Bengkulu [Tesis, Institut Pertanian Bogor]. IPB University Scientific Repository.
Gómez-García, R., Campos, D. A., Aguilar, C. N., Madureira, A. R., & Pintado, M. (2021). Valorisation of food agro-industrial by-products: From the past to the present and perspectives. Journal of Environmental Management, 299, 113571. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2021.113571
Hidayat, L., Darmatama, I., Dany, Y., & Djamilah, D. (2018). Technical and financial analysis on production of calamansi syrup: A case study on “Segar Asri” home industry in Kampung Melayu Bengkulu City. Jurnal Agroindustri, 8(1), 11–25. https://doi.org/10.31186/j.agroindustri.8.1.11-25
Maryanti, E., Fitriani, D., & Wirahmi, N. (2018). Penerapan teknologi ekstraksi fasa cair-gas pada pengembangan produk berbasis jeruk kalamansi. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS, 16(2). https://doi.org/10.33369/dr.v16i2.6454
Moreno-González, M., & Ottens, M. (2021). A structured approach to recover valuable compounds from agri-food side streams. Food and Bioprocess Technology, 14, 1387–1406. https://doi.org/10.1007/s11947-021-02647-6
Nattassha, R., Handayati, Y., Simatupang, T. M., & Siallagan, M. (2020). Understanding circular economy implementation in the agri-food supply chain: The case of an Indonesian organic fertiliser producer. Agriculture & Food Security, 9, Article 10. https://doi.org/10.1186/s40066-020-00264-8
Rosalina, Y., Susanti, L., & Karo, N. B. (2017). Kajian ekstraksi pektin dari limbah jeruk Rimau Gerga Lebong (jeruk RGL) dan jeruk kalamansi. Agrointek: Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 11(2), 68–75. https://doi.org/10.21107/agrointek.v11i2.3174
Schieber, A. (2017). Side streams of plant food processing as a source of valuable compounds: Selected examples. Annual Review of Food Science and Technology, 8, 97–112. https://doi.org/10.1146/annurev-food-030216-030135
Tutuarima, T., Dewi, K. H., & Sinambela, N. (2018). Optimasi proses maserasi hasil samping industri sirup jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 3(2), 358–363. https://doi.org/10.24843/JITPA.2018.v03.i02.p07
Tutuarima, T., & Intara, Y. I. (2020). Pengaruh lama fermentasi alami terhadap rendemen dan karakteristik minyak atsiri dari limbah kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Jurnal Agroekoteknologi, 12(1), 1–10.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Iman Darmatama, Fahrul Rozi Maulana, Zakhi Restu Pratama

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.