Toponymic Study of Village/Sub-districts Naming in Bangka Selatan Regency Based on Flora, Fauna, and Landscape
DOI:
https://doi.org/10.33019/ekotonia.v10i1.6805Keywords:
flora, fauna, bentang alam, sejarah, konservasiAbstract
Penamaan kelurahan/desa berperan dalam memberikan identitas pada suatu daerah, sehingga mudah dikenali. Bidang studi ini dikenal sebagai toponimi. Dasar penamaan kelurahan/desa di Kabupaten Bangka Selatan bervariasi, seperti nama yang berasal dari flora, fauna, dan bentang alam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi terkait jenis flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan sebagai nama kelurahan/desa. Penentuan lokasi dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling, yang berfokus pada kelurahan/desa yang menggunakan nama flora, fauna, atau bentang alam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Sebanyak 63 informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 17 jenis flora, 2 jenis fauna, dan 4 jenis bentang alam digunakan sebagai nama kelurahan/desa di Kabupaten Bangka Selatan. Status konservasi menunjukkan bahwa 4 spesies flora berstatus LC, 7 spesies flora dan 1 spesies fauna berstatus DD, serta 1 spesies fauna berstatus NT, yaitu burung pergam (Ducula aenea) yang menunjukkan perlunya upaya konservasi untuk mencegah kepunahan spesies tersebut. Masyarakat lokal memanfaatkan flora dan fauna ini terutama untuk bahan bangunan dan sumber pangan
References
Amboupe, D.S., Hartana, A., Purwanto, Y. (2019). Kajian Etnobotani Flora Pangan Masyarakat Suku Bentong di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan-Indonesia. Media Konservasi, 24(3): 278-286
Amrullah, F. (2016). Penggunaan Nama Flora Lokal Dalam Pemberian Nama Kecamatan, Kelurahan/Desa di Kabupaten Bangka Tengah. [Skripsi]. Universitas Bangka Belitung.
Anggraini, Y., Matius, P., Hustaniah., Diana, R. (2020). Identifikasi Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Jenis-Jenis Tumbuhan Untuk Ketahanan Pangan Dan Obat-Obatan. Jurnal Penelitian Kehutanan, 14 (2):73-86.
Aprilina, L. (2016). Kosakata Toponimi Kota Pangkalpinang. Mabasan,10(1): 68-84.
BirdLife Internasional. (2021). Ducula aenea (amended version of 2021 assesment).https://datazone.birdlife.org/species/factsheet/green-imperial-pigeon-ducula-aenea. diakses pada 1 Mei 2025.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Selatan. (2024). Kabupaten Bangka Selatan Dalam Angka, 2024 : BPS Kabupaten Bangka Selatan
Dhaniati, J., dan Savitri, A,D. (2024). Penamaan Desa di Kabupaten Nganjuk Kajian: Toponimi. BAPALA, 11(1): 71-80.
[DLH] Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2016). Buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2016: DLH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Erikha, F., Susanti, M., Yulianto, K. (2018). Modul: Toponimi. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dsaan Kebudayaan. In Jakarta
Fadhilah, A,N., Rahmatia, R., Ullfaq, S.D. (2023). Toponimi Pada Nama Jalan di Kelurahan Margasari Karawaci Tangerang: Sebuah Kajian Etnolinguistik. Jurnal Sastra Indonesia, 12(3): 271-271.
Hartina S. (2022). Toponimi Dalam Legenda: Pallawagau dan I Tenribali. [Skripsi]. Universitas Hasanuddin.
Hidayah, N. (2019). Toponimi Nama Pantai di Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Llinguistik dan Sastra, 313-322
Liza, Oramahi, A.H., Sisillia, L. (2020). Jenis Tumbuhan yang Dimanfaatkan Sebagai Sumber Pangan oleh Masyarakat Desa Jawai Laut Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sembas. Jurnal Hutan Lestari, 8(2): 315-324.
Mumpuni, K.E., Susilo, H., Rohman, F. (2015). Peran masyarakat dalam Upaya Konservasi. Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP, Surakarta
Nurghaida,W. (2022). Toponimi Desa di Kabupaten Batang (Kajian Antropolinguistik). [Skripsi]. Universitas Diponegoro.
Osman, M.F. (2018). Toponimi Pemukiman Kuno Bantaeng. [Skripsi]. Universitas Hasanuddin.
Rokhmah, S. (2015). Peran Ilmu Keadaban dalam Memperkuat Jati Diri Bangsa. Prosiding Seminar Nasional.UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Desember 2015.
Segara, N.B. (2017). Kajian Nilai pada Toponimi di Wilayah Kota Cirebon Sebagai Potensi Sumber Belajar Geografi. Jurnal Geografi, 14(1) : 54-67.
Setiawan, F. (2021). Analisis Perubahan Tutupan/Penggunaan Lahan Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2015-2020. Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat 2021. Universitas Bangka Belitung. 29-30 September 2021.
Silviyanti, N., Nurdjali, B., Kartikawati, S.M. (2016). Studi Etno-Ornitologi Burung Sebagai Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat di Desa Pematang Gadung Kabupaten Ketapang. Jurnal Hutan Lestari, 4(2) : 176-184.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Denada

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
