TEKNIK PEMBESARAN IKAN ARWANA SUPER RED (Scleropages formosus) DI BALAI RISET BUDIDAYA IKAN HIAS (BRBIH), DEPOK, JAWA BARAT
Keywords:
Arwana, Super Red, Budidaya, Scleropages formosus, BRBIHAbstract
Arwana merupakan salah satu komoditi ikan hias Indonesia yang mempunyai nilai yang cukup tinggi dan harganya cenderung selalu stabil, dan sangat diminati di perdagangan internasional. Harga jual ikan ini dipengaruhi oleh ukuran ikan seperti panjang dan lebar, sehingga perlu dibuat sebuah sistem yang dapat membantu para pembudidaya dalam menentukan panjang dan lebar ikan secara otomatis. Praktik Kerja Lapang ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembesaran Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) di Balai Riset Budidaya Ikan Hias. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode observasi langsung. Jenis data yang digunakan dalam PKL ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil menunjukkan pertumbuhan bobot mutlak 66 gram (dari rata-rata 210 gram menjadi 216 gram), survival rate (SR) 100%, specific growth rate (SGR) 0,1%/hari, efisiensi pemberian pakan (EPP) 5,59%, dan food conversion ratio (FCR) 39, sementara parameter air mencakup suhu 26-31°C, DO 2,24-4,63 mg/L, TDS 82-229 ppm, pH 5-8,55, dan amonia 0,25 mg/L-semua mendukung pertumbuhan optimal tanpa mortalitas atau penyakit signifikan.Teknik pembesaran tahap pendederan III menggunakan kolam beton dengan padat tebar rendah berhasil menjaga kondisi ikan sehat melalui sterilisasi KMnO4, aklimatisasi benih, dan pemantauan harian, meskipun FCR tinggi menandakan inefisiensi konversi pakan yang perlu optimalisasi. Latar belakang menekankan nilai ekonomi Arwana sebagai komoditas hias endemik Indonesia dari Sungai Kapuas, dengan BRBIH berperan kunci dalam riset budidaya berkelanjutan.