ANALISIS PERAN DAN KINERJA KELEMBAGAAN PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN DI KABUPATEN TANGGAMUS

Penulis

  • Asnam Anwar Nugroho Program Studi Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Universitas Lampung Author
  • Maya Riantini Program Studi Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Universitas Lampung Author
  • Nur Efendi Program Studi Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Universitas Lampung Author
  • Sumaryo Program Studi Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Universitas Lampung Author
  • Indra Gumay Febryano Program Studi Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Universitas Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.33019/jtms.v9i2.8061

Kata Kunci:

UMKM, Keberlanjutan Usaha, Kelompok, Bahan Baku, Legalitas usaha

Abstrak

Kelembagaan memegang peranan penting dalam mendukung mutu, efisiensi dan keberlanjutan usaha pengolahan ikan asin. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan kinerja kelembagaan usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Tanggamus. Penelitian dilakukan pada tiga sentra produksi ikan asin di Kabupaten Tanggamus melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan aspek situasi, struktur, perilaku dan kinerja kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kelembagaan terdiri atas aturan formal berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT), dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), serta aturan informal berupa hubungan langganan antara pengolah dan pemasok bahan baku serta pola transaksi dengan pedagang pengepul. Perilaku kelembagaan ditunjukkan melalui interaksi antara pengolah, nelayan, pedagang pengepul, pemerintah, penyuluh perikanan, pendamping halal dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kinerja usaha dipengaruhi oleh kontinuitas bahan baku, kapasitas produksi, akses pasar, teknologi pengolahan, serta pemenuhan legalitas dan standar mutu produk. Temuan menunjukkan bahwa keberadaan aturan formal belum sepenuhnya menjamin peningkatan kinerja usaha apabila tidak didukung oleh kelembagaan informal yang efektif, ketersediaan bahan baku, kapasitas kelompok, teknologi pengolahan, serta akses pasar. Penguatan kelembagaan perlu diarahkan pada integrasi antara pemenuhan legalitas, penguatan kelompok, kepastian pasokan bahan baku, peningkatan teknologi pengolahan dan perluasan akses pasar untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdurrokhim M, Arianti D, Setiawati SBM, Safitri Y. 2025. Strategi pengembangan produksi agroindustri ikan asin air tawar di Kabupaten Tulang Bawang. Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad. 10(2):394–407.

Badan Pusat Statistik. 2025. Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Elsler LG, Neil M, Ferse SCA, et al. 2023. Compliance in small-scale fisheries is linked to fisher-trader relations: not fishers alone (Southeast Asian case study). Reviews in Fish Biology and Fisheries. 33:751–766. doi: 10.1007/s11160-023-09783-6.

FAO. 2022. The state of world fisheries and aquaculture 2022. Rome: FAO. doi: 10.4060/cc0461en.

Gómez-Andújar NX, Gerkey D, Conway F, Watson JR. 2022. Social cohesion and self-governance arrangements among small-scale fisheries in Puerto Rico. Frontiers in Marine Science. 9:966309. doi: 10.3389/fmars.2022.966309.

Hakim MH, Maryati, Andi L. 2022. Saluran dan margin pemasaran ikan asin di Kabupaten Fakfak. Tarjih: Agribusiness Development Journal. 2(2):53–58. doi: 10.47030/tadj.v2i02.433.

Hasanah U, Khairi I, Akbardiansyah, Ukhty N, Rozi A, Insani SA. 2023. Kelayakan dasar UMKM pengolahan ikan di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 26(3):485–496. https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i3.46013

Hidayatullah A, Ni’mah GK, Hasiani Y. 2019. Strategi pengembangan usaha pengolahan ikan asin laut di Kalimantan Selatan. Prosiding Penelitian Dosen UNISKA MAB. 1:448–455. doi: 10.31602/ppdu.v0i1.8333.

Irawan P. 2006. Penelitian kualitatif & kuantitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Departemen Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

Jumiati, Indrawati, R. A., Megawati, Aeni, S. M. R., & Ismail. (2025). Rebuilding Coastal Institutions for Sustainable Fisheries Value Chains: Challenges and Pathways from Bajoe, Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 20(1). DOI: 10.15578/jsekp.v20i1.16395.

Junianto, Wibawa TI, Tamaris K, Sauri ZFR. 2025. Analisis karakteristik pengolahan ikan asin jambal roti, studi kasus di home industri Teh Iti, Pangandaran. Jurnal Teknik Pertanian Terapan. 3(1):9–15. doi: 10.25047/jtpt.v3i1.6008.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2024. Capaian kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2020–2024. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Metalisa, R., Mahrunnisa, & Zulkarnain. (2024). Peran penyuluh perikanan tangkap dalam kegiatan penyuluhan perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 18(1). https://doi.org/10.33378/jppik.v18i1.392

North DC. 1990. Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge: Cambridge University Press.

Nugroho B. 2016. Kelembagaan, karakteristik sumberdaya, dan perilaku aktor: analisis kritis kebijakan pengelolaan hutan Indonesia. Dalam: Hartoyo, Romli M, editor. Tata kelola sumber daya alam untuk pembangunan pertanian berkelanjutan: kumpulan orasi ilmiah Guru Besar Institut Pertanian Bogor. Bogor: IPB Press.

Nurhafisa E, Pebrianti N, Asarif, Jojo, Haliza. 2024. Evaluation of good manufacturing practices (GMP) and sanitation standard operating procedures (SSOP) of UMKM on salted fish processing in Pemangkat District. Journal of Fisheries and Marine Applied Science. 2(3):157–164. doi: 10.58184/jfmas.v2i3.391.

Ostrom E. 1990. Governing the commons: the evolution of institutions for collective action. Cambridge: Cambridge University Press.

Poerwanto, W. (2025). Revitalisasi peran penyuluh perikanan dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan di Indonesia: Analisis tantangan dan strategi penguatan sistem penyuluhan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 20(2), 241–250. https://doi.org/10.15578/jsekp.v20i2.19945

Rahmat R, Busaeri SR, Salim M. 2020. Kajian peran pemerintah terhadap pengembangan UMKM kuliner di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis. 3(2). doi: 10.33096/wiratani.v3i2.65.

Ranawati, Siregar NA. 2024. Analysis of salted fish processing production in Panipahan, Pasir Limau Kapas District, Riau Islands. Indonesian Journal of Economic & Management Sciences. 2(4):761–774. doi: 10.55927/ijems.v2i4.10830.

Riany CF, Partelow S, Nagel B. 2023. Governance challenges for Indonesian pond aquaculture: a case study of milkfish production in Gresik. Frontiers in Aquaculture. 2:1254593. doi: 10.3389/faquc.2023.1254593.

Rizani, R., Yudha, I. G., Damai, A. A., Widiastuti, E. L., Tresiana, N., & Febryano, I. G. (2026). Policy implementation on the standard size of blue swimming crab (Portunus spp.) catched on the East Coast of Lampung. Journal of Tropical Marine Science, 9(1), 21–30. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.5621

Roberts N, Mengge B, Utina MR, Muhatar F, Anugerah, Icwardanhi A, Zulkifli RM, Humphries A. 2022. Patron-client relationships shape value chains in an Indonesian island-based fisheries system. Marine Policy. 143:105142. doi: 10.1016/j.marpol.2022.105142.

Rosdyanti T, Aditi B, Pratama RH, Gustinasari E, Setiyarini EY. 2025. The effect of human resource competency development on the productivity of salted fish UMKM centers in Pulau Pasaran Lampung. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan. 4(3):1087–1094. https://doi.org/10.55826/jtmit.v4i3.1173

Schmid AA. 2004. Conflict and cooperation: institutional and behavioral economics. Oxford: Blackwell Publishing.

Sitanggang, R. L., Damai, A. A., Supono, Riantini, M., Tresiana, N., & Febryano, I. G. (2025). Lembaga distribusi bahan bakar bersubsidi untuk nelayan di Desa Kangkung, Kota Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, 8(1), 47–56. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5178

Stacey N, Gibson E, Loneragan N, Warren C. 2019. Enhancing coastal livelihoods in Indonesia: gender and small-scale fisheries. Maritime Studies. 18:359–371. doi: 10.1007/s40152-019-00142-5.

Susilowati, Purwandhini AS. 2022. Kelembagaan dan bauran pemasaran hasil tangkapan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. KUBIS. 2(2):134–150. doi: 10.56013/kub.v2i02.2696.

Wibisono, H., & Manaf, A. A. (2018). Trust and Rural Enterprise in the Trade Activities of Small-Scale Fisheries: Lessons Learned From Pangandaran, Indonesia. Journal of Natural Resources and Development, 8, 27–37. DOI: 10.5027/jnrd.v8i0.04

Widihastuti R, Huda HM. 2019. Aksesibilitas lembaga pembiayaan formal untuk pelaku usaha mikro pengolahan ikan di Kabupaten Gresik. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 14(2):249–259. doi: 10.15578/jsekp.v14i2.7932.

Zaini M, Affandi MI, Haryono D. 2023. Strategi pengembangan klaster pengolahan ikan asin Pulau Pasaran Bandar Lampung. Journal of Food System and Agribusiness. 7(1):101–112. doi: 10.25181/jofsa.v7i1.2875.

Zulham A, Pramoda R, Shafitri N. 2022. Pengorganisasian nelayan skala kecil di zona penangkapan ikan perikanan industri dalam mendukung rencana kebijakan penangkapan ikan terukur. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 8(2):89–101. doi: 10.15578/marina.v8i2.11043.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-07

Cara Mengutip

ANALISIS PERAN DAN KINERJA KELEMBAGAAN PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN DI KABUPATEN TANGGAMUS. (2026). Journal of Tropical Marine Science, 9(2), 78-90. https://doi.org/10.33019/jtms.v9i2.8061

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 > >>