Dinamika Perubahan Garis Pantai Di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat Pada Tahun 2011-2021
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.5063Kata Kunci:
perubahan garis pantai, DSAS, Landsat, Muara GembongAbstrak
Perubahan garis pantai dapat berupa bertambahnya (akresi) atau berkurangnya (abrasi) daratan di wilayah pesisir salah satunya akibat aktivitas manusia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai berupa abrasi dan akresi yang terjadi di Muara Gembong tahun 2011-2021 menggunakan garis pantai hasil ekstraksi dari citra satelit Landsat dengan metode band ratio dan composite RGB. Analisis perubahan garis pantai dengan Digital Shoreline Analysis (DSAS) menggunakan metode statistika Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR) untuk mengindentifikasi jarak dan laju perubahan garis pantai. Area Muara Gembong dibagi menjadi Zona A yang terletak di selatan dan Zona B yang terletak di utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Perubahan garis pantai yang terjadi selama 10 tahun menunjukkan kecenderungan akresi sejauh 6,81 m. Laju perubahan garis pantai menunjukan nilai 0,18 m/tahun dengan laju akresi 12,24 m/tahun dan laju abrasi -7.68 m/tahun. Selain itu total luas abrasi selama 10 tahun pada seluruh zona yaitu 805.562,41 m2 dan total luas akresi 881.897,24 m2. Arah transpor sedimen pada Zona A mengarah ke selatan atau ke kiri dari muara sungai, sedangkan pada Zona B mengarah ke timur atau kanan dari muara sungai. Hal ini dipengaruhi oleh kontribusi terbesar energi gelombang yang menjalar dari arah barat laut.