SALINITAS TERHADAP MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA BUDIDAYA SISTEM APARTEMEN RESIRKULASI
DOI:
https://doi.org/10.33019/am.v2i1.6292Keywords:
Kepiting Bakau, Resirkulasi, Apartemen, Cangkang LunakAbstract
Budidaya Kepiting Bakau sistem apartemen menjadi alternatif produksi memanfaatkan lahan sempit. Penggunaan sistem resirkulasi memungkinkan lokasi apartemen tidak harus berdekatan dengan sumber air payau. Peningkatan produksi budidaya Kepiting Bakau dapat menekan ketergantungan pada tangkapan alam. Salah satu produk kepiting yang dapat dibudidayakan di apartemen adalah kepiting soka, namun belum pernah dilakukan optimasi salinitas dan model pemotongan kaki terhadap kecepatan molting pada sistem resirkulasi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan perlakuan salinitas dan metode pemotongan secara alami yang berbeda. Perlakuan salinitas menggunakan 4 ppt, 7 ppt dan 10 ppt, sementara perlakuan pemotongan dibedakan pada pemotongan semua kaki kecuali kaki capit dan pemotongan kaki non capit. Budidaya kepiting soka sistem apartemen resiskulasi mampu menghasilkan kelulushidupan 100%. Pemeliharaan pada salinitas 10 ppt dengan mutilasi kaki non capit mencapai molting tercepat yaitu antara 7,08 – 50,71 hari. Kepiting Bakau yang dipelihara pada salinitas 4 ppt belum mencapai molting hingga 40 hari.