ASPEK REPRODUKSI IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) STRAIN TANCHO DAN KOHAKU DENGAN PEMIJAHAN SEMI BUATAN

Authors

  • Ufi Ayu Wulandari Ufi Wulandari Universitas Bangka Belitung
  • Nurly Faridah Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Jawa Barat
  • Ardiansyah Kurniawan Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.33019/am.v1i3.5888

Keywords:

Cyprinus rubrofuscus, Pemijahan semi buatan, Fekunditas, survival rate

Abstract

Ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang memiliki potensi ekonomi pada pasar nasional maupun internasional. Strain Tancho dan Kohaku merupakan dua diantara strain yang populer dibudidayakan di Indonesi. Metode yang digunakan dalam praktik kerja lapangan ini adalah metode observasi langsung. Tahapan yang dilakukan pada kegiatan pemijahan ikan koi dimulai dari pemeliharaan induk, persiapan wadah, seleksi induk, pemijahan, pemanenan telur, penetasan telur, pemeliharaan larva dan pendederan. Induk ikan betina disuntikkan secara intramuscular atau dekat sirip punggung dengan sudut 45°. Pemijahan berlangsung sekitar 10-12 jam setelah penyuntikan. Perbandingan induk ikan koi yang digunakan yaitu 1:1. Nilai rerata aspek reproduksi yang dihasilkan adalah fekunditas sebanyak 89.362 butir, fertilization rate sebesar 79.367%, dan hatching rate sebesar 96.092%. Larva yang dihasilkan mencapat survival rate sebesar 100%.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

30-01-2025